Gue dan LDKS - 2

Dengan sepenuh jiwa, ini bukan nasib seorang jomblo di malam minggu yang nggak punya pasangan untuk menghabiskan malam minggu di luar rumah. Sumpah deh, bukan.



Masih dalam suasana LDKS, gue mau ngelanjutin artikel gue yang sebelumnya.



Sebelum bercerita gue mau cerita tentang perjuangan saat LDKS. Ternyata perjuangan LDKS lebih melelahkan dibandingkan MOS. Gue kira sepanjang kisah osis yang paling melelahkan itu pada saat MOS, ternyata LDKS lebih ampuh membuat badan drop seketika. Ya, begitulah. Posisi gue sekarang dibagian Sie Peralatan, nggak terlalu repot sih karena tahun ini gue nggak lebih Cuma jadi pembimbing osis baru. Dibandingkan dengan posisi gue pada saat gue masih jadi osis tahun lalu. Gue tahun lalu sebagai Sie Acara, nah catet. Ribet pokoknya. Ngatur ini ngatur itu. Mangil orang sana sini. Tapi, yang paling gue kangenin pas jadi Sie Acara itu ya kebersamaannya. Gue jadi inget, H-1 sebelum LDKS Sie Acara breaving sampe tengah malem, rela melek dan nggak tidur demi melancarkan acara, karena berjalan atau nggaknya suatu acara tergantung Sie Acaranya. Dan, satu lagi yang masih gue inget pas terakhir LDKS arah balik ke Jakarta “Fix ya, nanti Sie Acara harus tidur. Kita tau, kita lelah.” Seketika Sie Acara yang berjumlah 4 orang, tertidur. Jadi, kekompakan membutuhkan kebersamaan. Alahkah baik dari yang paling kecil kita memahami perasaan dari suatu kerabat sampai banyak orang. Itu kunci menghindari ke-egoisan.



Kembali lagi ke cerita LDKS tahun ini, dimana posisi gue adalah sebagai Sie Peralatan.



Selasa ,23 desember 2014



Packing sudah rapi, mentari pagi sudah menyapa dan siap untuk berangkat. Sesampainya di sekolah, rupanya peserta sudah berkumpul dan berbaris dengan rapih. Tugas gue? Gue langsung cabut ke lokasi tempat mobil untuk perjalanan ke cibodas. Eitss, bukan bus ya. Melaikan mobil TNI. Perjalanan di mulai pukul 07.00 dan Peserta mulai bermunculan dari arah barat, mereka sejenak terdiam, “naik mobil ini kak?” iya, namanya juga LDKS. Kalo naik bus itu Study Tour. Gue dan temen gue Alrizky sempet kewalahan, karena banyaknya peserta dibandingkan panitia. Muat nggak muat, muatin. Akhirya mobil pun satu persatu bergerak menuju ke cibodas, ada 9 mobil TNI yang diberangkatkan.







Gue satu mobil dengen peserta yang gokil, gue ketawa ngakak sepanjang perjalanan menuju cibodas. Mau gimana lagi, mau sok sangar didepan peserta tapi nggak bisa buat mereka yang menurut gue rada-radanya melebihi Fico satu-satunya finalis Stand Up Comedy yang ngobrol sama botol pas lagi open mic. Awalnya-awalnya masih pada berisik dan nggak bisa diem. Sampai pada akhirnya ketika siang tiba, mobil pun terasa sunyi. Iya, meraka semua pada capek. Ada juga yang laper muahahaha. Dan gue Cuma bisa menikmati pemandangan, naik mobil TNI untuk ke-3 kalinya itu rasanya udah lebih dari cukup. Sesampainya suatu villa di cibodas, peserta di istirahatkan sambil mengisi kekosongan perut mereka.

5 comments

Jadi inget masa-masa gue LDKS dulu:D

Reply

Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa

Reply

ldks itu emang cape, tapi itu bagian penting dari dunia perosisan.
semangat!

Reply

Pasti nanti pas lulus bakal keinget terus nih. :)

Reply

Post a Comment