Gue dan LDKS - 3



Masih di hari pelaksanaan LDKS. Karena sudah sampe di villa, gue maupun crew dan peserta, langsung menyantap hidangan makan siang dan beristirahat sejenak. Tepat di hari selasa tanggal 23 Desember siang , semua peserta langsung dibariskan seusai makan dan istirahat untuk mengikuti kegiatan LDKS. Kurang lebih pukul 12.00 peserta sudah siap untuk mengikuti kegiaatan, walau jarum jam menunjukan pukul 12.00, tapi cuaca disana nggak sepanas di Jakarta. Dan, WTF, Belum beberapa menit berselang, hujan mengguyur kawasan Cibodas. Apa boleh buat, acara yang seharusnya dilaksanakan di lapangan harus di pindahkan ke aula. Acara di aula berlangsung sampe sore nanti. Bete? Iya, sama gue juga bete.

Sumpah ini absurd banget! Dompet gue ketinggalan, aaakkk. Untung di kantong celana ada duit, cukup buat ongkos, tapi cuma bisa buat cengar cengir. Duit memang bukan segalanya, tapi segalanya memang butuh duit. bukan rahasia lagi kalo semua orang membutuhkan benda berupa kertas dengan warna yang beragam, ditaburi angka nominal sekian, tersisipikan foto pahlawan Indonesia dan dibumbuhi tanda tangan Gurbernur serta Deputi Gubernur.

Tau nggak? Kalo ngebahas duit kayak gini cuma bikin galau. Mungkin lo juga? Atau lebih galau lagi? Entahlah, mungkin cuma lo, Tuhan dan dompet lo yang tau persis keadaan lo sekarang.

Udah hampir setengah hari di Cibodas dengan kondisi yang dingin. Gimana hasilnya? Nggak tau, yang jelas ini baru separuh acara. Selanjutnya panitia bakalan full time untuk acara nanti malem. Nggak mikirin nanti malem tidur gimana, tapi mikirin gimana acara nanti malem bisa berjalan lancar.

Menjelang malam yang semakin dingin, tiba waktunya para peserta berkumpul bersama untuk acara api unggun. Walaupun seonggok api unggun nggak bisa 100% menghangatkan, namun malam itu api unggun telah mengajarkan kita semua tentang arti menghangatkan kebersamaan satu sama lain.

Seusai acara, para peserta yang sudah kelelahan pun beristirahat. Pihak panitia sudah mempesiapkan “kejutan”. Malam menjelang pagi, kira-kira pukul 01.00 WIB dini hari peserta di bangunkan secara mengagetkan, oleh pihak panitia dengan cara menutup mata para peserta dan memadamkan listrik yang ada di villa. Disini para peserta di uji keberanian, kekompakan dan beberapa tantangan yang menguji mentalitas, sportifitas, dan kerjasama para peserta. Hingga pagi, peserta masih harus menyelesaikan outbond. Seusai menyelesaikan beberapa games outbond hampir seluruh peserta memilih berlama-lama berendam di aliran air sungai, melepas lelah dan sudah terlanjur kepalang basah kuyup karena aktifitas sebelumnya.

Panitia dan peserta pun mandi dan membersikan diri, merapihkan barang bawaan, dan menutup rangkain acara dengan pengukuhan OSIS 2014-2015 dan evaluasi penyelenggaraan LDKS 2014. 

Waktunya pulang, semua menyambut dengan senang hati. Giliran pulang pada semangat banget, gue pun demikian :))

“A leader is who has hope to lead.”
Go back to Jakarta \o/

Post a Comment