
Hampir setiap tahun seluruh SMK pasti menyelenggarakan uji kompetensi kejuruan atau yang biasa disingkat dengan UKK atau Ujikom. Mulai dari persiapan panjang sampai dengan pelaksanaan di hari H membuat semua elemen sekolah sibuk, bisa diibaratkan ini adalah saatnya para siswa menampilkan dan memberikan kemampuan terbaik setelah tiga tahun belajar, saat dimana ditagih keahlian dan keterampilan dibidang masing-masing dalam bentuk dan wujud ujian praktik.
Kebanyakan teman gue pada ribet menghadapi hal itu. Ada yang sampe makan bangku sekolah, ada juga yang sampe mutusin pacarnya dengan alasan “maaf sayang aku mau fokus sama sekolah dulu” alah basi. Tapi enggak buat gue sama satu teman gue yang mungkin nggak jauh beda. Yap, gue sama dia kembar, matanya sama-sama ada dua. Bukannya sok udah paling pintar dan nggak mau tau, gue mencoba untuk tenang.
Hari pertama ujikom di sekolah adalah mengerjakan soal akuntansi setebal 5cm. Gila, tebal banget kan? Gue aja nggak percaya sampe di tabok kata-kata sama temen gue, syahfitri namanya “Gila, lebay banget lu rey.” Gue paling takut kalo dia ngoceh bibirnya geter-geter gitu, gue curiga di amandelnya ada hp huawei kayaknya. Gue perlahan-lahan mengambil tissue untuk mengelap genangan air di mulutnya sambil nyumpel biar nggak berisik. Gue lalu mengambil HP dan seketika membuat mata gue terbuka lebar melihat angka di dalamnya. Wanjiiiir, udah jam segini masih banyak banget yang belum dikerjain. Dengan keadaan tangan yang rasanya mau copot, gue langsung menyelesaikannya.
Hari kedua ujikom di sekolah adalah latihan presentasi buat ujikom sesungguhnya besok.
Hari yang cerah. Secerah jidat gue yang bisa memantulkan sinar matahari. Gue beranjak dari kasur dengan tampang yang imut dan mengenaskan. Maksud gue menggemaskan. Setelah mandi, gue langsung nolongin nyokap ngeberesin kasur gue dan sempak gue yang berceceran dimana-mana. Setelah kasur yang udah gue tidurin berjam-jam itu rapi, gue langsung berangkat ke sekolah dengan hati yang gembira. Gue lalu menghentikan angkot dengan tangan kanan sambil mengacung jari tengah. Angkot itu pun berhenti didepan mata gue. Gue hening, lalu melangkahkan kaki menuju angkot itu dan terduduk disana. Gue menatap jalanan yang penuh debu dan asap polusi yang dikeluarkan oleh bus butut. Gue secara reflek menutup dua lobang di wajah gue sambil tak sadar bersandar di bahu mbak-mbak cantik. Huwow elegant this angkot, ada bonusnya. Gue pun turun dengan tampang nggak rela dan kemudian angkot itu hilang dari pandangan mata gue yang paling sexy ini. Akhirnya gue masuk ke kelas untuk mengikuti latihan presentasi.
Hari ketiga adalah final ujikom. Pagi-pagi gue langsung berangkat ke sekolah dan sesampainya disekolah gue masih harus menunggu urutan panjang untuk mempresentasikan hasil materi gue. Setelah menunggu sampe rambut gue rontok, tiba-tiba nama gue dipanggil dan setelah membuka materi presentasi, gue medadak lupa. Gue yakin semua yang lagi baca tulisan gue ini pernah menghadapi moment dimana lu merasa lupa. Iya, gue nggak perlu jadi peramal bersetifikat untuk nebak kalo kita pernah ada disituasi lupa. Nyebelin sih kondisi lupa bikin panik dan terlihat bodoh dihadapan orang lain. Tapi syukurlah gue bisa mengatasi kepanikan gue tersebut. Ujikom akhirnya selesai, gue lalu loncat dari lantai tiga dengan senang hati…

2 comments
Ngomongin soal ujian jadi males -__-
ReplyMati dong kalo lo loncat dari lantai tiga??
ReplySupermen kali yak?! 😁😁
Post a Comment