
What on your mind about sahabat…?
Kata orang-orang “sahabat itu orang yang memahami kita, orang yang senantiasa hadir saat kita membutuhkan, mau berbagi, orang yang mau mendengar keluh kesah, yang mendekat ketika seluruh dunia menjauh dan sebagainya”.
Gue lalu terdiam dengan tatapan kosong, pengertian diatas seakan-akan ngejek gue, “lo punya sahabat, nggak?”.
Nggak lama gue tersadar, gue emang nggak punya sahabat kayak yang di jelasin orang-orang tentang sahabat. Gue langsung menutup laptop lalu berpikir sejenak.
Kasihan yak, gue nggak punya sahabat kayak yang dijelasin kebanyakan orang. Sepi memang dan rasanya seperti seluruh dunia menjauh dari gue.
Awalnya gue juga sependapat dengan apa yang dijelaskan oleh kebanyakan orang tentang sahabat. Biasa, bukan cuma gue doang tapi orang lain juga sependapat dengan pendapat kebanyakan orang. Namanya juga kehidupan sosial.
Namun, pengertian kebanyakan orang tentang sahabat seharusnya nggak seegois itu. Kenapa gue menyebut pengertian diatas sebagai pengertian yang egois? Karena pengertian tersebut hanya terpusat pada diri kita sendiri.
Menurut gue “Sahabat adalah orang yang dimana gue merasa senang kalau dapat memberi sesuatu kepadanya apalagi bisa kenal dirinya”. Itu adalah pengertian “sahabat” yang tulus dan nggak egois.
Sebelum lo bilang “Ketika sahabat menjadi bangsat”. Sahabat itu nggak ada yang bangsat, Cuma lo yang salah mengartikan arti persahabatan yang menurut gue terlalu egois. Sama gue juga egois pernah salah mengartikan arti sahabat.
Gue inget gue juga pernah egois, gue bilang gue nggak punya sahabat tapi nyatanya gue punya kok. Ketulusan itu adalah sahabat sejati gue dan gue nggak mau ke-egoisan merusak semuanya.
Gue sadar dan sahabatku yang tulus hatinya sesungguhnya dunia nggak pernah menjauh dari kita, justru kita yang menjauh dari mereka, marilah kita sambut mereka, berbagilah bersamanya, mari dengarkan impiannya, sambutlah tawa dengannya, hapuslah segalah kesedihannya, karena kita adalah “Sahabat”.
Sahabat adalah Sahabat

Post a Comment